PTK SD/MI

Penelitian Tindakan Kelas adalah Pekerjaan Guru untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan media/alat peraga atau metode pembelajaran. Tanpa PTK maka guru bisa dikatakan belum profesional. Ayo lakukan dan lakukan PTK di Kelasmu!!!!

Jumat, 30 Desember 2011

contoh PTK IPA SD Kelas IV


                                                                            BAB I      
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Semua guru atau siswa pasti selalu mengharapkan agar setiap proses belajar mengajar dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Guru mengharapkan agar siswa dapat memahami setiap materi yang diajarkan , siswapun mengharapkan agar guru dapat menyampaikan atau menjelaskan pelajaran dengan baik, sehingga memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Akan tetapi harapan–harapan itu tidak selalu dapat terwujud. Masih banyak siswa yang kurang memahami penjelasan guru. Ada siswa yang nilainya selalu rendah, bahkan ada siswa yang tidak bisa mengerjakan soal atau jika mengerjakan soalpun jawabannya asal–asalan. Semua itu menunjukkan bahwa guru harus selalu mengadakan perbaikan secara terus menerus dalam pembelajarannya, agar masalah–masalah kesulitan belajar siswa dapat diatasi, sehingga  hasil belajar siswa mencapai tujuan yang diharapkan.
Masalah – masalah yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran tidak muncul begitu saja, tetapi ada faktor–faktor penyebabnya. Apabila guru mampu mengidentifikasi penyebab timbulnya masalah yang dialami oleh siswa , maka guru tersebut akan dapat melakukan penanganan–penanganan yang tepat dalam memecahkan masalah pembelajarannya. Contoh  masalah yang sering muncul dalam pembelajaran yaitu siswa kurang memahami penjelasan guru, siswa tidak mengerti kata, kalimat, bentuk kalimat, yang diucapkan ataupun yang ditulis.  Hal
Ini  mungkin  karena  penjelasan  guru tidak  disertai  alat  peraga  atau alat peraga
kurang atau bahkan tidak sesuai.
Sejujurnya penggunaan alat peraga untuk pembelajaran IPA di SD jarang bahkan hampir tidak pernah digunakan oleh guru-guru SD, padahal alat peraga itu ada. Akhirnya alat peraga itu hanya jadi pajangan kantor  atau tersimpan rapi di lemari. Alat peraga IPA tidak perlu mahal, kita bisa menemukannya di sekitar kita seperti kebun sekolah, sawah, sungai, dan semua yang kita lihat di alam raya ini.  Oleh karena itu tugas PTK yang kami laksanakan ini mencoba mengambil tema “ Penggunaan Alat Peraga Alamiah Untuk Meningkatkan  Pemahaman Siswa Terhadap Materi Bagian–Bagian Tumbuhan dalam Pembelajaran IPA di SD Karangasem I.” Tentu saja alat peraga yang baik harus ditunjang oleh metode yang sesuai dengan materi pelajaran.

B. Perumusan  Masalah
1. Identifikasi Masalah
Setelah kami mengevaluasi dan mengamati hasil belajar siswa, serta mengingat kembali proses pembelajaran, maupun melihat catatan harian evaluasi pada akhir pelajaran IPA, ternyata hasil belajar siswa masih banyak masalah yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Masalah -masalah tersebut diantaranya yaitu:
                 - siswa membicarakan hal–hal  di luar materi waktu berdiskusi.
                 - siswa kurang memerhatikan penjelasan guru
                 - siswa kurang memahami bahasa/ maksud kalimat soal.
                  - siswa kurang aktif dalam diskusi kelas
                  - siswa menjawab soal asal–asalan / tidak tahu
                  - masih ada siswa yang tidak aktif dalam diskusi kelompok.
                  - beberapa siswa masih bertanya tentang tugas yang harus dikerjakan.
                  - sebagian siswa masih mencontoh/ menyontek dari teman waktu tes.

2. Analisis Masalah
                  Setelah masalah–masalah yang teridentifikasi dianalisis, maka hasilnya menunjukkan bahwa penyebab munculnya masalah tersebut anta lain yaitu;
                  - guru tidak memberi tugas secara individual dalam kerja kelompok.
                  - penjelasan guru tidak disertai oleh pertanyaan/atau balikan.
                  - guru tidak memberi tekanan–tekanan dalam menjelaskan materi.
                  - guru kurang memusatkan perhatian siswa ketika siswa presentasi
                  - guru kurang memberi kesempatan waktu untuk berpikir
                  - guru kurang mengembangkan supervisi
                  - guru tidak menjelaskan secara rinci dan terlalu cepat.
                  - guru kurang bersikap preventif terhadap siswa yang menyontek

3. Perumusan Masalah
                   Berdasarkan hasil analisis yang mengungkap berbagai penyebab  munculnya masalah kekurang-berhasilan pembelajaran IPA tersebut di atas, maka masalah yang menjadi fokus pebaikan itu dapat  dirumuskan sebagai berikut:
“Bagaimana cara mengaktifkan, memotivasi, memusatkan perhatian, memberi
pertanyaan, membimbing diskusi, agar mampu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas IV dalam pelajaran IPA”.
4. Pemecahan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, pemecahan masalah atau alternatif tindakan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
                 - guru memberi tugas secara individual yaitu, setiap siswa harus
                   mencatat hasil diskusi  pada buku catatan.
                 - guru menjelaskan materi secara sistematis dengan memberikan
                   pertanyaan atau balikan denga bahasa yang lugas, serta menggunakan
                   alat peraga/ ilustrasi.
                 - guru  mengawasi dan memperhatikan pada seluruh siswa, serta
                   mengambil tindakan persuasif atau preventif.
                 - guru memberi kesempatan pada siswa untuk berpikir, ketika
                   melontarkan pertanyaan.
                 - guru berusaha  memotivasi siswa  dan memberi latihan latihan /
                   penugasan.
C. Tujuan Penelitian
     1. Tujuan umum
                   Kegiatan penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan kebenaran  penggunaan alat peraga alamiah pada pembelajaran IPA  dapat  menjelaskan,  memotivasi,  memusatkan    perhatian,  serta  membantu
meningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa.
    2. Tujuan Khusus
                   Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :
·         Meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa keles IV dalam
                         pembelajaran IPA , melalui penggunaan alat peraga alamiah.
·       Membangkitkan motivasi siswa sehingga proses  belajar mengajar
                         pada pelajaran IPA akan lebih bermakna  dan bergairah.
·       Memusatkan perhatian siswa pada materi yang sedang diajarkan .
·       Membiasakan belajar mandiri dan menemukan sendiri tujuan
       belajarnya melalui pengamatan terhadap alam sekitar
·       Meningkatkan pemahaman  terhadap materi pelajaran IPA

D. Manfaat Hasil Penelitian
                 Manfaat hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
                 a) Bagi guru yaitu dapat mengembangkan pengetahuan dan      keteram-
                     pilan serta membangkitkan rasa percaya diri sehingga akan selalu ber
                     gairah dan bersemangat untuk memperbaiki  pembelajarannya secara
                     terus menerus.
                 b) Bagi siswa yaitu  dapat meningkatkan  pemahaman dalam menyerap
                     materi yang dipelajari sehingga  proses  dan hasil belajar pun akan le
                     bih meningkat pula.
                 c) Bagi  sekolah  yaitu bermanfaat  untuk membantu sekolah  dalam me
                     ngembangkan dan menciptakan lembaga pendidikan yang berkualitas
                     yang  akan  menjadi  percontohan atau model bagi sekolah – sekolah,
                    disamping akan terlahir guru – guru yang profesional  berpengalaman
             dan menjadi kepercayaan orang tua masyarakat serta pemerintah.
                    Penelitian tindakan kelas ini bermanfaat bagi guru yang mau memperbaiki pembelajarannya terutama pada pelajaran IPA dengan penggunaan alat peraga alamiah. Penggunaan alat peraga alamiah yang menjadi inti penelitian ini merupakan alat peraga/alat bantu pembelajaran IPA yang murah dan mudah yang dapat ditemukan di lingkungan paling dekat di sekitar kita. Guru bisa memberi tugas kepada siswa untuk mempersiapkan dan mencari alat peraga alamiah ini, sehingga siswa akan selalu terkait dengan apa yang dipelajari di sekolah dengan lingkungan yang mereka lihat sehari-hari. Jika hal demikian selalu dibiasakan maka keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA akan mudah diwujudkan .Semoga!    













BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.   Pendekatan dan metode pembelajaran IPA
      1. Pendekatan Lingkungan dalam Pembelajaran IPA.
                   Konsep pembelajaran merupakan usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif tertentu dalam kondisi tertentu (Miarso, 2004 : 528). Berangkat dari konsep tersebut maka pemberdayaan dan pengelolaan lingkungan sebagai sumber belajar maupun pendekatan belajar tidak bisa diabaikan.   
Pendekatan pembelajaran yang digunakan berperan penting dalam menentukan berhasil tidaknya proses belajar IPA yang diinginkan. Pendekatan dalam pembelajaran merupakan proses mengalami untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik. Oleh karena itu tiap pokok bahasan yang diajarkan harus menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu, dimana guru jangan menggunakan hanya satu atau dua pendekatan saja.
Berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA, antara lain pendekatan lingkungan. Pendekatan lingkungan merupakan pendekatan yang memanfaatkan alam sekitar seperti halaman, kebun, lapang rumput, semak semak, hutan, selokan, sungai, danau, pantai, laut, kawasan industri, dan lain sebagainya untuk dijadikan alat peraga ataupun sumber belajar. Untuk  membuktikan  bahwa  tumbuhan  memiliki  bagian-bagian  mungkin  guru
perlu membawa siswa ke kebun sekolah atau membawa beberapa contoh tumbuhan  yang masih kecil ke kelas, atau memberi tugas secara kelomok untuk membawa macam-macam tumbuhan seperti tanaman padi, jagung, kunyit, bunga, tebu, ubi, singkong, sirih, dan tanaman yang masih berupa bibit. Oleh karena dalam melaksanakan proses pembelajaran IPA, banyak sekali pendekatan lingkungan yang harus digunakan oleh guru. seperti materi tentang tumbuhan atau hewan sudah pasti  banyak memerlukan contoh kongkrit dari lingkungan  alam sekitar, maka sangat disayangkan apabila dalam penelitian Ilmu Pengetahuan Alam, guru tidak menggunakan pendekatan lingkungan untuk proses pembelajaran siswa.
Pendekatan lingkungan  dalam pembelajaran akan mengatasi kesulitan belajar siswa, pembelajaran akan lebih menarik, mengurangi verbalsme, lebih memusatkan perhatian, dan meningkatkan pemahan siswa, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.
       2. Pendekatan penemuan
Pendekatan penemuan (discovery) merupakan proses belajar untuk menemukan sendiri pemecahan masalah yang dihadapi. Dalam   pendekatan ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental sendiri, sedangkan guru hanya memberi bimbingan dan arahan.
Pendekatan ini erat kaitannya dengan teori belajar (Bruner, 1915) yang beranggapan bahwa belajar merupakan sesuatu kegiatan pengolahan informasi untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan ,mengenal dan menjelaskan gejala  yang
ada di lingkungan. Dalam penerapannya Bruner mengembangkan model pembelajaran penemuan (discovery learning), yang prinsipnya siswa  memperoleh informasi sendiri dengan bantuan guru dan menggunakan barang nyata (alamiah ).
 Dari uraian singkat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari pendekatan penemuan. Dimana guru dan siswa akan memerlukan lingkungan dalam menemukan informasi sesuai dengan hakikat manusia yang mempunyai sifat untuk selalu ingin mencari pengetahuan, dan memecahkan masalah sehingga akan memperoleh pengetahuan yang bermakana.
3. Metode Pembelajaran IPA kelas IV SD
Pendekatan pembelajaran di kelas IV SD merupakan awal pembelajaran dengan pendekatan kompetensi bidang mata pelajaran, setelah pembelajaran dengan pendekatan terpadu atau tematik di kelas di bawahnya. Pembelajaran di kelaas IV  lebih menekankan pada pengembangan konsep dan generalisasi  secara logis dan sistematis.
Metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar IPA di kelas IV diantaranya ceramah, tanya jawab, latihan atau drill, kerja kelompok, observasi atau pengamataan, experimen atau percobaan, inkuiri, discoveri (penemuan). Siswa dibimbing dengan menggunakan pembelajaran konstruktif yaitu mencari, menemukan,menggolongkan, menyusun, mengkaji, menyimpulkan sendiri atau bersama-sama dalam kerja kelompok tentang tujuan-tujuan pembelajarannya.
Setiap konsep dan sub konsep disajikan dengan melibatkan buku sumber IPA, lingkungan, masyarakat. , atau teknologi. Dengan demikian siswa diharapkan  dapat termotivasi rasa keingintahuannya, menambah wawasan  dan penerapannya di dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan keterampilan proses, ikut serta melestarikan lingkungan, menumbuhkan kesadaran dalam menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
4. Evaluasi Pembelajaran IPA di Kelas IV SD
Evaluasi pembelajaran IPA meliputi penilaian proses dan hasil. Penilaian proses dibagi atas ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian yang sifatnya kognitif dilaksanakan dengan tes lisan atau tes tertulis dalam bentuk pertanyaan esai atau bentuk pilihan ganda. Sedangkan penilaian yang bersifat pengembangan psikomotor dan afektif dilaksanakan melalui observasi. Hasil penilaian proses digunakan untuk menentukan kualitas pembelajaran bukan untuk menentukan nilai peserta didik/ siswa.
Penilaian hasil pembelajaran IPA yang bersifat kognitif menggunakan tes bentuk obyektif atau tes bentuk uraian.  Hasil  penilaian hasil digunakan untuk menentukan kualitas tercapainya tujuan belajar siswa. Penilaian yang bersifat psikomotor dengan menggunakan teknik observasi, praktek experimen, pemberian tugas dan lain-lain. Sebagaimana mata pelajaran lain, hasil penilaian mata pelajaran IPA pun diharapkan mencapai hasil yang maksimal sesuai tujuan pembelajaran IPA dan tujuan pendidikan nasional


BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Subjek Penelitian
Peneltian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN Karangasem I Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Mata pelajaran yang menjadi subjek  penelitian yaitu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi pokok “Bagian- bagian tumbuhan dan fungsinya bagi tumbuhan itu
sendiri”, dengan menggunakan alat peraga  alamiah.
Jumlah siswa kelas IV SDN Karangasem I pada saat PTK ini dilaksanakan yaitu sebanyak 23 orang, terdiri dari 12 orang siswalaki-laki dan 11 orang siswa  perempuan. Kapasitas tempat duduk terdiri atas 12  meja dan 23 tempat duduk/ kursi. Tingkat kemampuan para siswa bervariasi ada yang kurang, ada yang sedang dan ada pula beberapa orang di atas rata-rata. Dari data ulangan IPA pada tes jeda semester  tahun 2009 yang baru saja dilaksanakan tercatat siswa yang memiliki nilai di atas KKM yaitu 13 oarang atau 56,5% dari 23 orang siswa. Siswa yang berada dibawah KKM  ada 7 orang siswa atau 30,4% dan sisanya memiliki nilai sama dengan KKM, dimana KKM untu pelajaran IPA semester 1 di SDN Karangasem I yaitu 64,9. Selain itu ada 3 orang yang seharusnya sudah duduk di kelas V mereka tinggal kelas sewaktu di kelas I atau kelas II. Selain sekolah SD siswa Kelas IV ini juga bersekolah di Madrasah Diniyah (MD) pada sore hari.  

Jadwal Pelaksanaan Perbaikan dalam PTK
Mata Pelajaran IPA
NO
Hari/ tanggal
Siklus
Materi
1
Sabtu,17 -10-2009
I
Bagian-bagian tumbuhan dan fuingsinya
2
Rabu, 24-10-2009
II
Bagian-bagian tumbuhan dan fuingsinya
3
Sabtu, 31-10-2009
III
Bagian-bagian tumbuhan dan fuingsinya

B. Deskripsi per Siklus
 Langkah –langkah yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas di kelas IV SDN Karangasem I dengan materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya adalah sebagai berikut :     
     1. Rencana  
      Siklus I
a. mengondisikan siswa pada situasi pembelajaran
b. menyampaikan tujuan
c. menjelaskan langkah–langkah pembelajaran
d. mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan
    diajarkan
e. Dengan mengamati gambar jenis jenis akar, siswa dan guru
    mengadakan  tanya jawab tentang bagian–bagian tumbuhan
f. membimbing diskusi kelompok mengenai bagian-bagian akar
                           dan  fungsinya.
g. membimbing pengamatan siswa dalam diskusi tentang jenis-
                            jenis akar dan mengelompokkan  tumbuhan berdasarkan jenis
                            akarnya.
                        h. menyimpulkan  pelajaran
                        i.  mengadakan post tes
     Siklus II
a. mengondisikan siswa pada situasi pembelajaran
b. menyampaikan tujuan
c  menjelaskan langkah – langkah pembelajaran
d  mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan
    akan diajarkan
e. dengan mengamati gambar jenis jenis akar, siswa dan guru meng
    adakan  tanya jawab tentang bagian – bagian tumbuhan
f. membimbing diskusi kelompok mengenai bagian - bagian akar
   dan  fungsinya.
g. membimbing pengamatan langsung siswa dalam diskusi tentang
   jenis – jenis akar dan mengelompokkan tumbuhan berdasarkan
                           jenis akarnya.
h. menyimpulkan  pelajaran
                        i. mengadakan post tes            
                       Siklus III         
                       a. mengondisikan siswa pada situasi pembelajaran
                       b. menyampaikan tujuan
                       c. menjelaskan langkah-langkah pembelajaran
                       d. mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan
   akan diajarkan
                       e. Dengan mengamati gambar jenis jenis akar, siswa dan guru meng
                          adakan  tanya jawab tentang bagian-bagian tumbuhan               
                       f. membimbing diskusi kelompok mengenai bagian - bagian akar
                          dan  fungsinya.
                       g  membimbing pengamatan langsung siswa dalam diskusi tentang
                           jenis-jenis akar dan mengelompokkan tumbuhan berdasarkan
                           jenis akarnya.
                       h. menyimpulkan  pelajaran
                        i. mengadakan post tes
      2. Pelaksanaan Penelitian   
            a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun
            b. melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran siswa.
      c. Melakukan tindakan khusus kepada siswa yang memerlukan bimbingan.
     3. Melakukan Pengumpulan Data
      a. Mencatat nilai evaluasi siswa
      b. mencatat hasil pengamatan terhadap sikap siswa
      c. menganalisis hasil pembelajaran
      e Melakukan refleksi terhadaphasil analisis tindakan.

    4. Refleksi
a) Siklus I
Siswa belum semuanya memperhatikan penjelasan guru ketika guru sedang menjelaskan, siswa juga belum seluruhnya aktif dalam kerja kelompok/ diskusi, tercatat juga siswa kurang mengerti terhadap maksud kalimat atau bahasa yang diucapkan guru. Hal ini disebabkan guru kurang menggunakan contoh/ ilustrasi dan penekanan serta alat peraga yang menarik, guru juga tidak memberikan tugas secara individu dalam diskusi/ kerja kelompok, juga guru kurang memberi penekanan-penekanan terhadap kata baru atau kata kunci yang menjadi permasalahan.
b) Siklus II
Siswa sudah mulai memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, siswa juga mulai aktif berkomunikasi dengan anggota kelompoknya dan mencatat hasil diskusi secara individual, tetapi para siswa kurang aktif ketika diskusi klasikal atau menanggapi kelompok lain ketika presentasi di depan kelas. Namun ada perkembangan yang lebih baik, siswa mulai mengerti bahasa yang dimaksud seperti, bagian-bagian, jenis-jenis, fungsi, bahwa kata-kata tersebut mengandung arti dan maksud yang berbeda.
c) Siklus III
Siswa mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik dari pembelajaran sebelumnya. Siswa sudah aktif memperhatikan penjelasan guru, aktif berdiskusi dan  memahami kata kunci  dalam pokok  bahasan  yang  menjadi
tujuan pembelajarannya. Siswa lebih respon dalam diskusi kelas/ presentasi ataupun tanya jawab. Hal ini disebabkan karena guru sudah menggunakan metode dan alat peraga yang sesuai , serta  cara menjelaskan dan membimbing diskusi kecil dengan lebih intensif. Walau pada tes akhir ada saja siswa yang mau menyontek dari temannya tapi segera bisa diatasi dengan cara mendekati dan diberi  teguran.




















BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Per Siklus
1. Rencana
Siklus I
Merencanakan pembelajaran  dan menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan teman sejawat untuk membantu mengamati jalannya  proses pembelajaran di kelas. Lembaran observasi yang digunakan adalan sebagai berikut:
Tabel II
Lembar Observasi

Mata Pelajaran                    : Ilmu Pengetahuan Alam
Materi Pokok                      : Bagian-bagian Tumbuhan
Kelas/ Semester                  : IV/ I
Hari/ Tanggal                      : Sabtu, 17 Oktober 2009
Fokus observasi                  : Alat peraga
    
No.
Aspek yang Diamati
Kemunculan
Komentar
Ya
Tidak
1.
Kegiatan awal



1.1
Mengungkapkan konsep awal



1.2
Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari melalui tanya jawab



1.3
Menyampaikan tujuan pembelajaran



1.4
Respon siswa



2.
Kegiatan inti



2.1
Memotivasi dan membimbing siswa dalam kerja kelompok



2.2
Keaktifan siswa dalam kegiatan pengamatan



2.3
Menanggapi pertanyaan siswa



2.4
Keaktifan dan kerja sama siswa dalam kelompok



2.5
Komunikasi dalam kelompok



2.6
Menggunakan alat peraga



2.7
Mempresentasikan hasil diskusi



2.8
Partisipasi siswa dalam menaggapi kelompok lain



2.9
Menanggapi hasil diskusi



3.
Kegiatan akhir



3.1
Memberi kesempatan siswa untuk bertanya



3.2
Membimbing siswa membuat kesimpulan



3.3
Mengadakan evaluasi




 2. Pengamatan
 Setelah melakukan penelitian dan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan penelitian tindakan kelas, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
 Tabel III
Hasl Pengamatan Aktifitas Siswa
No
Nama Siswa
Siklus I
Siklus II
Siklus III
Keterangan
1
Opik Hidayat
D
C
C

2
Rifki Saeful
B
A
A

3
Titin Sunengsih
D
C
C

4
Abdu Rohmat
B
A
A

5
Ade Fahrudin
C
B
A

6
Bambang
D
C
B

7
Dede Riska A
B
A
A

8
Didin Bahrudin
B
A
A

9
Dudung A. Kodir
A
A
A

10
Egi Susanto
C
B
A

11
Encep Rudi
C
B
B

12
Firman Dani
D
C
B

13
Hanidaul Umaro
B
B
A

14
Indri Meta S
A
A
A

15
Itka Juwita
A
A
A

16
Karinah Kapur
D
C
B

17
Mella Marliana
A
A
A

18
Novia anindita
C
B
B

19
Pepi Nurlia S
A
A
A

20
Sintia Septiana
C
B
B

21
Sri Suryati
A
A
A

22
Nurul Hidayat
C
B
B

23
Iwan Karsiwan
C
A
A


Keterangan: A = Sangat baik, B = Baik, C = Cukup, D = Kurang

Aktivitas siswa pada siklus I belum maksimal,  masih banyak siswa yang mengandalkan orang lain dalam diskusi atau kerja kelompok. Hanya siswa yang menjadi ketua kelompok dan siswa yang mencatat  hasil diskusi yang aktif. Tapi  ada salah satu kelompok yang semua anggotanya aktif berpartisipasi menyelesaikan masalah, mengemukakan pendapatnya.
Mulai pada siklus II  dan sikus III  aktivitas siswa menunjukkan kemajuan. Hampir semua siswa aktif berdiskusi karena mereka walaupun kerja kelompok tapi memiliki tugas individual untuk hasil diskusinya. Disamping itu alat peraga yang dibawa siswa sangat mendukung pada siswa dalam belajar,  sehingga secara langsung memotivasi siswa belajar secara kompetitif.  Pemahaman siswa terhadap materi  mulai meningkat pada siklus  III . terbukti  mereka lebih aktif dalam mengeluarkan pendapatnya , menjawab pertanyaan, ataupun bertanya dan menanggapi pendapat siswa lain atau kelompok lain.    

Tabel IV
Hasil Pengamatan Aktifitas Guru
Penggunaan Waktu
No
Jenis kegiatan
waktu
1
Mengadministrasikan siswa
5 menit
2
Melakukan proses pembelajaran
45 menit
3
Mencatat pelajaran
5 menit
4
Melakukan tes formatif
10 menit
5
Menganalsis/ mengoreksi hasil evaluasi
5 menit

Jumlah
70 menit




Tabel V
Pengamatan Komponen PBM
No
Jenis akegiatan
keberatan
kualitas
ya
tidak
baik
cukup
kurang
1.      
Mengadministrasikan siswa



2.      
Melakukan proses pembelajaran



3.      
Mencatat pelajaran



4.      
Melakukan tes formatif



5.      
Menganalisis / mengoreksi hasil evaluasi



6.      
Aktifitas siswa dalam kerja kelompok




Dari hasil penelitian dan pengamatan aktifitas siswa dan aktifitas guru dapat diketahui kekurangan-kekurangan sekaligus kelebihan-kelebihan dari proses pembelajaran. Nilai hasil evaluasi siswa pada siklus I  mendapat nilai rata-rata 63,47, atau taraf serap penguasaan materi 63,47%. Dari 23 siswa masih terdapat  11 siswa yang memiliki nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM )  64,9 atau  47.8% siswa masih perlu perbaikan. Data nilai per siklus dapat dilihat pada tabel VI dan tabel VII di bawah ini.
Tabel VI
Nilai Evaluasi Siswa
No
Nama Siswa
Nilai
Keterangan
Siklus I
Siklus II
Siklus III

1.       
Opik Hidayat
45
55
60

2.       
Rifki Saeful
60
75
80

3.       
Titin Sunengsih
30
50
40

4.       
Abdu Rohmat
65
65
100

5.       
Ade Fahrudin
80
70
100

6.       
Bambang
60
60
65

7.       
Dede Riska A
65
65
70

8.       
Didin Bahrudin
60
85
90

9.       
Dudung A. Kodir
65
90
100

10.   
Egi Susanto
70
80
80

11.   
Encep Rudi
60
70
70

12.   
Firman Dani
50
60
60

13.   
Hanidaul Umaro
80
80
90

14.   
Indri Meta S
90
100
100

15.   
Itka Juwita
60
100
100

16.   
Karinah Kapur
40
40
50

17.   
Mella Marliana
65
80
80

18.   
Novia anindita
40
60
60

19.   
Pepi Nurlia S
100
100
100

20.   
Sintia Septiana
80
80
75

21.   
Sri Suryati
80
100
100

22.   
Nurul Hidayat
45
50
60

23
Iwan Karsiwan
70
90
90


Jumlah nilai
1460
1705
1820


Rata-rata kelas
63,47
74,13
79,13


Tabel VII
Data Siklus I
NO
Nilai
Tally
Frekwensi
Jumlah
1
30
I
1
30
2
40
II
2
80
3
45
II
2
90
4
50
I
1
50
5
60
IIIII
5
300
6
65
IIII
4
260
7
70
II
2
140
8
80
IIII
4
320
9
90
I
1
90
10
100
I
1
100
Jumlah
23
23
1460
Rata-rata
63.47

Pada siklus II nilai hasil evaluasi terlihat ada perubahan. Jumlah siswa yang  nilainya   berada  di bawah  KKM hanya 7  orang  siswa, atau sekitar 30,4% dari 23 siswa. Artinya 7 siswa  masih perlu perbaikan  walaupun terlihat  nilai rata-rata (74.13 ) sudah menunjukkan angka yang tinggi yaitu berada di atas KKM (64.9 ), seperti ditunjukkan oleh tabel VIII di bawah ini.

Tabel VIII
 Data Siklus II
NO
Nilai
Tally
Frekwensi
Jumlah
1.       
40
I
1
40
2.       
50
II
2
100
3.       
55
I
1
55
4.       
60
II
3
180
5.       
65
II
2
130
6.       
70
II
2
140
7.       
75
I
1
75
8.       
80
IIII
4
320
9.       
85
I
1
85
10.   
90
II
2
180
11.   
100
IIII
4
400
Jumlah
23
23
1705
Rata-rata
74.13

Hasil nilai evaluasi pada siklus III  menunjukkan peningkatan pemahaman siswa pada materi yaitu nilai rata-rata kelas telah mencapai nilai 79,13. Hal ini membuktikan bahwa alat peraga alamiah telah membantu proses pembelajaran mereka. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru menjadi meningkat, keaktifan siswa  dalam diskusi  lebih merata, dan pemahaman terhadap istilah / bahasa lebih jelas. Tetapi masih ada 6 siswa yang yang memiliki nilai di bawah  KKM yaitu 4 orang siswa memiliki nilai 60, dan 2 siswa  memiliki
nilai 50 dan 40. Dari keenam siswa yang perlu mendapat perbaikan hanya dua orang yang memiliki kesulitan yang belajar yang sangat parah. Data tersebut dapat dilihat pada tabel IX berikut.
Tabel I
 Data Siklus III
NO
Nilai
Tally
Frekwensi
Jumlah
1
40
I
1
40
2
50
I
1
50
3
60
IIII
4
240
4
65
I
1
65
5
70
II
2
140
6
75
I
1
75
7
80
III
3
240
8
90
III
3
270
9
100
IIIIIII
7
700
Jumlah
23
23
1820
Rata-rata
79.13

Secara keseluruhan dari siklus I sampai siklus III nilai Rata-rata hasil evaluasi belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari grafik di bawah ini.


                    
                   


                         Grafik Nilai Rata-rata Hasil Evaluasi Siswa Kelas IV SDN Karangasem I Dalam PTK

    3. Refleksi
Pada siklus I perhatian siswa kelas IV SDN Karangasem I terhadap pembelajaran atau penjelasan guru masih kurang, terbukti nilai  hasil evaluasi siswa pada siklus I ini dari jumlah siswa 23 orang, 12 orang memperoleh nilai  di atas 64,9 (64,9 = nilai KKM), dan 11 orang memperoleh nilai di bawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), artinya 11 orang harus diperbaiki nilainya. adapun nilai rata-rata kelas memperoleh angka 63,47 sedikit di bawah KKM .
Pada siklus ke II penggunaan alat peraga alamiah telah membangkitkan gairah belajar serta membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran, sehingga hasil belajar siswa pun meningkat. Hal ini dapat diamati dari nilai hasil evaluasi pada siklus II  ada peningkatan. Jika nilai hasil evaluasi pada siklus I  ada 11 siswa  yang nilainya di bawah KKM , maka pada siklus II hanya tinggal 7 siswa. Tetapi nilai rata-rata kelas sudah  berada pada angka 74,13 angka yang cukup  berada di atas KKM.
Dari data nilai hasil evaluasi siswa kelas IV SDN Karangasem I pada siklus III yang terus meningkat telah menunjukkan adanya pengaruh yang positif  dari  penggunaan alat peraga alamiah ini.  Walaupun masih ada  6 orang siswa  yang nilainya di bawah KKM , tapi nilai rata kelas sudah mencapai nilai 79,13.
B. Pembahasan dari setiap siklus
Siklus I
Hasil belajar pada siklus I yang masih dibawah target menunjukkan proses pembelajaran yang kurang aktif dan guru belum bisa menyampaikan materi
secara optimal. Disamping itu aspek perilaku keseluruhan dari tujuan pembelajaran menurut Benyamin Bloom (1956) yang dapat menunjukkan gambaran hasil belajar, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor belum muncul secara positif, menetap, dan menyeluruh.
Siklus II
Hasil belajar pada siklus II menunjukkan kemajuan. Penggunaan alat peraga alamiah telah membantu siswa berinteraksi langsung dengan benda nyata, membangkitkan motivas belajar, menyajikan pesan secara serempak bagi seluruh siswa. Dalam pengelolaan kelas guru telah membantu siswa merasakan kebebasan untuk melakukan apa yang siswa inginkan (Weber, 1977)
Siklus III
Pada pembelajaran siklus III, adanya peningkatan nilai hasil evaluasi  menunjukkan guru sudah mulai mengerti bahwa guru ketika mengajar untuk perbaikan seharusnya mulai dengan refleksi dengan bertanya kepada diri sendiri “ Apa yang diperlukan anak? Dan bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan anak? (Kohn, 1996)   












BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
 Penggunaan alat peraga alamiah yang disertai dengan metode yang tepat pada pembelajaran IPA ternyata dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa, memotivasi siswa untuk belajar, membantu siswa dalam diskusi, meningkatkan perhatian dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, dan meningkatkan hasil pembelajaran. Terbukti dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar63,47 pada siklus I dengan alat peraga gambar, menjadi 74,13  pada siklus II dan 79,13 pada siklus III, dimana  kedua siklus terakhir menggunakan alat peraga alamiah.

B. Saran
Setiap guru seharusnya selalu berusaha untuk menggunakan alat peraga alamiah dalam pembelajaran IPA yang sesuai dengan materi. Selain untuk IPA, alat peraga alamiah bisa juga diterapkan pada setiap mata pelajaran terutama  pelajaran Bahasa Indonesia, untuk mengurangi verbalisme.

9 komentar:

  1. jdl ptkx ini apa?
    dan nama pengarangx jga ngga ada
    kla bleh, syaminta cantmkan nama, karna ada tgas dri dosen ntnk analisis ptk.
    mohon bantanya,,,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. judulnya bisa buat sendiri..! misalnya Penggunaan Alaat peraga ......untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 4 sd......tentang bagia Tumbuhan dan fungsinya...(kreatif ah)

      Hapus
  2. Contoh Ptk SD
    postingannya sangat bermanfaat bagi guru guru yang akan melaksanakan PTK

    BalasHapus
  3. Nice PTK.. tapi klo boleh saran, tlg di cantumkan referensi nya donk :)

    BalasHapus
  4. TRIMAKASIH ATAS REFERENSINYA ,., SANGAT MEMBANTU
    ,.,

    BalasHapus
  5. GIMANA CARA DOWNLAD Y YAH GANNN

    BalasHapus
  6. bembantu banget bagi pemula.thanks

    BalasHapus