PTK SD/MI

Penelitian Tindakan Kelas adalah Pekerjaan Guru untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan media/alat peraga atau metode pembelajaran. Tanpa PTK maka guru bisa dikatakan belum profesional. Ayo lakukan dan lakukan PTK di Kelasmu!!!!

Senin, 02 September 2013

PENULISAN JURNAL BELAJAR



PENULISAN  JURNAL BELAJAR

Jurnal belajar adalah bentuk karya tulis yang paling sederhana. Kalimat yang dituliskan siswa  ada kemungkinan tidak sempurna, akan tetapi siswa tersebut berkeinginan untuk sharing/menukar pengalaman dan pendapat dengan gurunya. Tetapi  mungkin ada siswa yang senang menulis, yang  membuat yang bersangkutan mudah untuk menuliskan apa saja yang menarik baginya. Tidak ada batasan tentang seberapa panjang tulisan yang harus dibuat oleh siswa. Jurnal belajar dapat diisi siswa dengan pertanyaan atau penjelasan atau pengalamannya berkaitan dengan topik atau materi pembelajaran tertentu.
Secara umum, jurnal belajar dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu jurnal umum, artinya bebas meliputi semua bidang studi. Jurnal belajar ini ditulis setiap hari atau setiap minggu. Kedua, jurnal belajar bidang studi, misalnya jurnal matematika, bahasa Inggris, IPA atau IPS. Penulisan jurnal adalah pada setiap mata pelajaran tersebut. Sedangkan yang ketiga adalah jurnal belajar “thematik”, artinya ditulis berdasarkan thema tertentu, seperti pembelajaran thamatik di SD.
Penulisan jurnal belajar siswa dimaksudkan untuk pengembangan keterampilan dan pembiasaan mengekspresikan hasil refleksi siswa terhadap pembelajaran. Komentar siswa tentang isi, metode, sikap guru, pemahaman terhadap materi maupun bagian yang tidak dimengerti. Selain itu, siswa dapat menuliskan ketertarikan, hasil belajar dari sumber lain, hasil penelitian atau “eksperimen” yang dilakukan baik individu maupun kelompok. Membantu siswa terbiasa menulis di jurnal belajar, terbiasa memanfaatkan jurnal belajar sebagai media komunikasi untuk guru maupun rekan-rekannya. Jurnal belajar yang ditulis oleh siswa dapat berdasarkan pengalaman belajar, hasil kajian atau penelitian atau data yang diperoleh siswa tersebut baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
Agar guru terampil dalam membimbing siswa mengisi jurnal belajar, guru tersebut sebaiknya memahami makna dan tujuan penulisan jurnal belajar. Setelah terbiasa mengisi jurnal belajar siswa akan memiliki keterampilan dalam menuliskan gagasan atau pemikirannya sehingga dapat mengembangkan komunikasi akademis di antar siswa dengan guru atau pihak yang lain yang berkepentingan dengan pembelajaran di sekolah. Mengisi jurnal belajar siswa diperlukan kesabaran dan diperlukan latihan, latihan dan latihan. Ala bisa karena biasa.
Penulisan jurnal belajar merupakan pendukung kegiatan pembelajaran. Bagi guru jurnal belajar siswa menjadi masukan berharga. Guru dapat mengetahui apakah pembelajaran yang dilaksanakan menarik, materi dikuasai siswa dan apakah ada siswa yang menulis tentang materi yang dipelajari dari sumber lain dan lain sebagainya.  Sementara itu bagi siswa manfaatnya antara lain; tempat bertanya kepada gurunya, tempat menunjukkan bahwa siswa tersebut mengetahui lebih dalam dari yang diajarkan oleh guru atau mungkin ada juga siswa yang tidak senang dengan metode yang digunakan gurunya, dan lain sebagainya. Siswa sebagai calon anggota  masyarakat ilmiah perlu dibimbing dan dibiasakan mengekspresikan hasil refelsksinya terhadap pembelajaran, oleh sebab itu guru wajib  membina siswa tersebut.
Jurnal belajar pada umumnya disusun berdasarkan pengalaman nyata pada saat mengikuti pembelajaran di sekolah. Jurnal belajar dapat dibuat dalam bentuk buku harian akan tetapi dapat  berupa buku mingguan. Misalnya setiap pembelajaran IPA, gurunya menyediakan waktu bagi siswa untuk melakukan refleksi terhadap materi yang dipelajari hari itu kemudian menuliskannya dalam jurnal belajar. Jurnal belajar dapat dikaitkan dengan pengembangan atau pengayaan hasil belajar siswa. Guru dituntut untuk melakukan  pembimbingan atau memfasilitasi siswa untuk bebas mengisi jurnal belajar sebagai bagian dari pendidikan demokrasi di Indonesia. Selain melaksanakan pembingan pendidikan demokrasi, pembiasaan menulis tetapi guru tersebut memperbaiki kualitas pembelajarannya berdasarkan masukan dari jurnal belajar.
Jurnal belajar tidak sama dengan karya tulis ilmiah yang disusun mengikuti kriteria atau persyaratan tata tulis dan bahasa yang digunakan. Jurnal belajar pada umumnya  ditulis sebagai apresiasi terhadap pembelajaran. Komentar siswa terhadap pembelajaran. Komentar tersebut bisa jadi karena tertarik, ada masalah karena kurang mengerti sampai dengan adanya temuan baru dari siswa itu sendiri, yang mungkin berbeda dengan yang diajarkan gurunya. Jurnal belajar tidak sama dengan buku harian, yang boleh diisi “suka-suka”  oleh pemiliknya. Namun ada kemiripan dengan diary atau buku harian tersebut, jurnal belajar diisi siswa pada waktu yang disediakan oleh guru dan hanya berkaitan dengan pembelajaran di sekolah, tidak diisi dengan masalah kucingnya yang sedang melakhirkan di bawah tempat tidur.
Jurnal belajar ditulis langsung tanpa diarahkan oleh guru dan tidak  ada tema, topik, judul dan rumusan masalah. Kriteria yang diberikan oleh guru misalnya hanya berkaitan dengan pembelajaran minggu ini atau hari ini atau mata pelajaran tertentu. Siswa boleh menuliskan apa saja yang berkaitan dengan hal-hal di bawah ini.
JURNAL BELAJAR
ü  Pengalaman belajar
ü  Materi yang telah dipahami
ü  Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya
ü  Usaha/cara untuk mengatasinya
ü  Upaya pengayaan
Tujuan menulis jurnal belajar adalah untuk mengkomunikasikan: pengalaman belajar, materi yang telah dipahami, materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasannya, usaha atau cara untuk mengatasi masalah yang dihadapi sampai dengan hasil /upaya pengayaan yang dilakukan oleh siswa tersebut terhadap materi pembelajaran. Jurnal belajar di tingkat yang lebih tinggi, SMP ke atas, jurnal belajar ada kemungkinan diisi dengan   gagasan, pemikiran atau hasil kajian teoritis  oleh siswa baik individu maupun kelompok. Satu hal yang penting diperhatikan oleh guru ketika siswa menulis jurnal adalah jangan sampai ada siswa mencontoh yang ditulis oleh temannya, yang dilakukan hanya karena memenuhi permintaan guru, tanpa tahu maknanya untuk apa.

Tabel 1  Jurnal Belajar Siswa
JURNAL BELAJAR SISWA
Pengalaman belajar
Siswa menulis secara ringkas pengalaman belajarnya 
Materi yang  telah dipahami
Siswa menulis topik-topik yang telah dipahaminya
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya
Siswa menulis topic-topik atau materi yang belum dipahami /kendala dengan menyebutkan alasan, baik berkaitan dengan
Usaha/cara untuk mengatasinya
Siswa menulis cara-cara mengatasi kendala atau hambatan yang dihadapinya, seperti bertanya kepada teman sebaya, guru, orang tua, belajar mandiri, privat les dan lain-lain.
Upaya pengayaan
Siswa menulis kegiatan belajar dari sumber lain       ( seperti internet, televisi, ensiklopedi).

Sebelum membaca jurnal belajar, gurunya harus yakin bahwa jurnal belajar diisi sendiri oleh siswa. Ditulis individual, bukan berkelompok. Isi jurnal belajar dapat juga berupa gagasan, cara pandang (baru) terhadap persoalan yang dibahas pada pembelajaran, misalnya model, yaitu cara melakukan sesuatu, model mengajarkan anatomi tubuh manusia kepada siswa SD, yang diketahui siswa tersebut dari orangtuanya yang dokter. Tetapi jika tidak ada gagasan (baru) yang hendak disampaikan tidak berarti siswa tersebut tidak perlu menulis jurnal belajar. Sebaiknya tetap menulis, tetapi menulis jurnal belajar bukan sebagai  kerja paksa  atau beban tambahan yang sangat berat. Siswa yang produktif  menulis dalam  jurnal belajar diharapkan akan terbiasa berkomunikasi dalam bidang akademis dengan tulisan, yang sangat bermanfaat dalam melatih pola pikir yang bersangkutan. Selain itu penulisan jurnal belajar melatih siswa untuk lebih produktif, kreatif dan terampil menyampaikannya secara tertulis. Sasaran yang dituju adalah guru maupun rekan-rekanya sebagai pembaca atau pengguna jurnal tersebut.
Contoh Jurnal Belajar Peserta Didik di SD




Siswa yang mempunyai gagasan baru dalam materi yang diajarkan apabila gagasan tersebut disampaikan kepada guru, diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran berikutnya. Penerapan cara mengajarkan yang disampaikan siswa tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Guru adalah pemakai atau pengguna masukan tersebut. Misalnya, siswa senang sekali karena gurunya mengajar sudah menggunakan komputer atau ada siswa yang begitu bangga karena gurunya memberi kesempatan maju di depan kelas mendemonstrasikan hasil karyanya.  Berikut ilustrasi tentang jurnal belajar di SD.
Setelah gurunya membaca jurnal yang ditulis siswa tersebut, gurunya menyadari beberapa kekeliruan yang selama ini dilakukan, yaitu tidak memberi kesempatan bagi siswa untuk menampilkan hasil kerjanya dan komputer yang ada di sekolah tidak pernah boleh disentuh oleh siswa. Guru tersebut setelah menyadari kekeliruannya mulai memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kebolehannya di depan kelas, mulai dari yang bernyanyi, membacakan puisi yang dibuat sendiri sampai dengan
berpidato dihadapan teman-teman, memberikan kalungan bunga kepada guru yang baru menikah.



Pengalaman belajar
·         Pada pembelajaran pagi ini pembahasan mengenai kenampakan alam saya merasa senang karena diajak guru untuk belajar diluar ruang kelas untuk mengamati penampakan alam sekitar sekolah.
·         Pada hari ini saya sangat senang belajar matematika karena saya diberi uang kertas oleh pak guru dan disuruh mengukurnya serta diakhir pembelajaran saya bernyanyi bersama teman-teman tentang menabung.
Materi yang telah dipahami
·         Materi yang telah saya pahami pada pembahasan kenampakan alam adalah kenampakan alam dan kenampakan buatan yang ada di sekitar sekolah.
·         Sekarang saya lebih paham bagaimana mencari luas persegi panjang dari bangun-bangun datar yang ada di sekeliling.
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya
  • Pada pembahasan kenampakan alam materi yang belum saya pahami adalah kenampakan alam dan buatan untuk daerah lain, kendala yang dihadapi karena tidak cukup waktu.
  • Saya belum bisa menghitung  luas daerah persegi panjang dalam bentuk soal cerita.  
Usaha/cara untuk mengatasinya
  • Karena waktu yang tidak cukup maka saya mencari sendiri informasi kenampakan alam di daerah lain yang saya inginkan.
  • Karena saya tidak bisa menghitung luas daerah persegi panjang dalam bentuk cerita, tetapi saya malu bertanya kepada pak guru, maka saya lebih senang bertanya kepada teman.
Upaya pengayaan
  • Saya memperoleh informasi tentang kenampakan daerah lain pada saat saya bertamasya dengan orang tua.
  • Saya bertanya kepada orang tua dan kakak di rumah.
Penulisan Jurnal belajar
Sebelum menulis atau mengisi jurnal belajar, guru perlu menjelaskan maksud dan tujuan penulisan jurnal tersebut. Siswa dibiasakan untuk mengorganisasiikan ide-ide pokok  atau bagian-bagian gagasan yang hendak dituliskan. Guru tidak perlu melihat atau mengawasi siswa pada saat menulis jurnal jika hal itu diperkirakan akan mengganggu ketenangan siswa. Ketika ada siswa yang mempertanyakan tema, topik, atau masalah, sebaiknya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memutuskan sendiri apa yang hendak dituliskan dalam jurnal. Ada kemungkinan siswa tertarik  untuk menuliskan kesannya tentang metode, cara, pendekatan dilakukan guru pada saat mengajar, yang dirasakan oleh siswa sebagai sesuatu yang menakutkan dan itu baru disadari oleh guru yang bersangkutan setelah membaca jurnal belajar siswa. Misalnya, sebagian besar  siswa merasa nilai yang diberikan oleh gurunya tidak objektif, karena temannya yang menyontek tetapi mendapat nilai tinggi, sementara siswa yang jujur malah diperlakukan seperti orang “pesakitan”.
CONTOH JURNAL BELAJAR
JURNAL BELAJAR PESERTA DIDIK
Pengalaman mengajar
Saya mereaksikan beberapa macam zat untuk menentuka cirri-ciri reaksi kimia sederhana
Materi yang telah diajarkan
Bermacam macam perubahan yang  tampak setelah 2 zat kimia direaksikan, seperti timbulnya gelembung, berbau, warna berubah, menjadi panas atau dingin
Materi yang sulit dipahami oleh guru dan atau sulit diajarkan oleh guru dengan menyebutkan alasan dan kendalanya
Saya belum dapat menuliskan perubahan yang saya lihat menjadi sebuah kalimat
Usaha/ cara untuk mengatasinya
Saya berusaha minta bantuan guru dengan bertanya, tetapi guru malah menyarankan saya untuk berdiskusi dengan teman sekelompok
Upaya guru dalam pengayaan materi
Saya ingin mencari informasi tentang ciri ciri reaksi kimia ,bisa  dari buku buku di perpustakaan.

2 komentar: