PTK SD/MI

Penelitian Tindakan Kelas adalah Pekerjaan Guru untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan media/alat peraga atau metode pembelajaran. Tanpa PTK maka guru bisa dikatakan belum profesional. Ayo lakukan dan lakukan PTK di Kelasmu!!!!

Rabu, 25 Juli 2012

Pembahasan Hasil Penelitian


BAB IV

Pembahasan Hasil Penelitian

A. Persiapan Pengumpulan Data
 Persiapan pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca cerpen Jilbab Bilan  yang dijadikan  sampel dalam penelitian ini dan mengkaji berbagai sumber atau referensi yang  relevan  dan mendukung terhadap penelitian .Cerpen Jilbab Bilan  karya Jumiliati yang lahir di Serengar tanggal 1 bulan September  tahun 1994. Sekarang  beliau sedang menempuh pendidikan di SMA Cemaga. Cerpen Jilbab Bilan  diterbitkan oleh Gong Pullishing  dengan judul kaper Senandung Rindu Natuna pada tahun 2011 yang terdapat pada halaman 69 sampai halaman 74 dibaca berulang berulang kemudian di analisis secara mendalam ,dikaji isinya dengan seksama dan ditafsirkan kandungan maknanya.
            Langkah selanjutnya dalam proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah membuat sinopsis cerpen Jilbab Bilan  karya Jumihati. Sinopsis cerpen Jilbab Bilan  karya Jumiliati adalah sebagai berikut :
Namaku Ayan Bilan Kusuma,seorang remaja berumur 16 tahun Kedua orang tuaku tewas dalam  sebuah kecelakaan lalu lintas, saat aku berumur 9 tahun.Aku dan Kakakku Berlin, lengkapnya Ayu Berlin Kusuma,tinggal dalam naugan sebuah rumah megah berfasilitas lengkap, bermobil mewah, uang jajan tak pernah kurang dan sega keperluanku di layani oleh seorang pembantu. Mungkin karena itulah pendirian dan kepribadianku. Terbentuk menjadi sosok yang manja,egois semua sipat sipat jelek ada padaku,  berbeda dengan Kakakku Berlin, ia seorang wanita cerdas, mandiri dan agamanya bagus.
            Dua kepribadian yang sangat bertolak belakang, hidup dalam satu naungan
menbuat aku dan Kakakku tidak pernah akur.
            “Bilan! kamu keterlaluan, dari mana saja semalaman tidak pulang?”
            “Aku ke rumah Fany, temanku. Mobilku mogok, jadi ya gitu deh”
            “ Kenapa enggak kasih kabar? Ditelpon juga enggak aktif. “
“ Kakak! aku bukan anak kecil lagi, yang harus melapor kalau sedang
  pergi. Aku sudah besar!”
“Sejak kapan kamu melawan, Bil! Kakak menghawatirkan kamu semalaman. Takut ada apa-apa.”
Kulihat mata Kakak Berlin berkaca-kaca. Ia sepertinya ingin menangis, tetapi ditahan.
“Dasar cengeng! Begitu saja sudah memelas, Kakak macam apa? Dibentak begitu saja udah mewek”.
“ Tutup mulut kamu!” Plak..! Sebuah tamparan mendarat di bagian pipiku, tangan itu ah, tangan yang biasanya lembut membelaiku kini menamparku.

Sudah dua hari, sikap Kak Berlin aneh dan tidak wajar, sejak peristiwa pertengkaran tempo hari. Ia tidak menegur dan menyapaku lagi.
Kulihat, Kakakku sedang menonton TV di ruang tengah. Aku menghampiri dan duduk di sebelahnya, tetapi baru saja aku duduk di sebelahnya, ia malah beranjak meninggalkanku. Aku memanggilnya, tapi ia tidak memperdulikan. Mungkin inilah cara ia menghukumku.
“Aku minta maaf, Kak. Aku memang salah. Aku menyesal, Kak. Aku janji enggak akan nakal lagi, apapun keinginan Kakak akan aku turuti.”
“Sungguh?”
“Ia Kak! “ Jawabku kesal, karena aku tidak ingin melihat dia makin marah padaku.
“ Baiklah, kamu harus mematuhi perintah Kakak, kalau tidak Kakak tidak akan mengasih uang jajan selama satu bulan.”
“Ia Kak , aku akan mematuhi perintah Kakak.“ Kataku setelah berpikir agak lama.
“Sekarang Kakak mau kamu menutup auratmu dan tidak mempertontonkannya lagi, Kakak mau kamu belajar memakai jilbab.”
Setelah mengatakan hal itu, Kakak langsung pergi ke kamar dan menguncinya dengan rapat. Sama sekali tidak memberi kesempatan untuk aku menolak perkataannya.
Banyak orang yang senang dengan perubahanku, akan tetapi tidak dengan Fani sahabatku.
“Apa yang kamu lakukan, Bilan?” Fani menyebut namaku. Fani berusaha meraih jilbabku dan berusaha melepaskan dari kepalaku.
“Jangan Fan!” kataku berusaha mencegah. “ Aku seorang muslimah, Fan.”
“Oh jadi begitu, kalau begitu kamu enggak usah lagi berteman denganku.”
“Fani sayang , yang cantik, imut, aku pakai jilbab ini ada alasannya. Aku hanya terpaksa.”
“Terpaksa, maksud kamu?”
“Kalau tidak pakai jilbab , aku tidak akan dikasih uang jajan sama Kak Berlin selama satu bulan.”
“Oh, gitu.”
“Makanya, dengerin dulu penjelasanku jangan marah gitu.”
“Ya, maaf-maaf.”
“Tapi Bil, nanti jika jalan denganku kau nggak usah pakai jilbab, ya?”
“Ya, enggaklah.”
“Kalau nanti kakakmua tahu gimana?”
“Tenang saja. Dari rumah aku pakai jilbab, kalau sudah di jalan aku lepas. Beres, kan?”
“Kalau seperti itu, aku masih mau berteman denganmu.”
..........................................................................................................
Aku berjalan cepat menyusuri jalan yang sepi. Hampir tengah malam mobil yang biasa aku pakai tiba-tiba mogok lagi. Terpaksa aku berjalan kaki menuju rumah. Aku baru saja menghadiri sebuah pesta ulang tahun Fani yang ke 16 di rumahnya.
“Aduh gimana nih, pakaian muslim dan jilbabku tertinggal di mobil.” Aku lupa kalau sekarang aku harus mengenakan jilbab bila di depan kakakku. Terpaksa aku berbalik arah menuju mobil  untuk mengambil pakaian dan jilbabku.
Di sebuah persimpangan jalan, tiba-tiba ada yang menyapaku. Jantungku berdetak kencang. Kakakku sering bilang pakaian yang kukenakan ini akan mengundang setan.
Dugaan dan perasaanku benar, mereka menghadang langkahku. Salah satu dari mereka menangkap lengan kiriku dan menahanku. Aku tak bisa apa-apa kecuali berteriak minta tolong. Tapi tidak ada yang menolongku. Tempat ini jarang dilalui orang.
Aku berpikir keras untuk bisa melepaskan diri dari jeratan preman brengsek ini. Aku menginjak kaki salah satu preman yang memegang tangan kiriku, sehingga pegangannya terlepas. Dan aku berhasil lari.

Kudapati tubuhku terbaring lemah di depan sebuah rumah gubuk reot. Akh, baru kuingant, semalam aku dikejar preman sewaktu perjalanan menuju pulang. Aku menangis menyesali diriku. Mengapa aku tidak mendengarkan nasihat kakakku.
Tiba-tiba aku terkesiap saat seorang nenek tua membuka pintu dan menemuiku. Ia bercerita kalau ia menemukanku jatuh tersungkur di dekat rumahnya. Aku demam tinggi katanya. Lalu merawatku. Aku berharap suatu hari nanti aku bisa membalas kebaikannya.
Perlahan namun pasti , keadaanku mulai membaik. Dan setelah benar-benar merasa baik, aku menghubungi kakakku.Setelah aku memberitahukan alamat di mana aku berada, kakakku langsung menjeputku. Begitu tiba, kakakku langsung memelukku. Rupanya ia sangat sayang padaku. Melihatku berpakaian seperti ini ia sedikit terkejut. Tetapi ia tidak marah sama sekali.

Aku menatap sebuah cermin besar yang menampakkan bayangan seraut wajahku yang berbalur jilbab rapi. Dua butir air bening jatuh dari kedua bola mata da perlahan mengalir membasahi pipi.
Aku berbalik setelah puas menatap wajahku di cermin. Kudapati sosok yang berdiri di belakangku. Matanya berkaca-kaca. Ya, dialah kakakku. Ada yang hilang dalam diriku saat ini, tapi aku telah mendapatkannya, berupa hidayah-Nya. Dan tak akan ku lepas lagi.
“Terima kasih Kak Berlin, aku sayang sama Kakak.” Ucapku lirih. Kakakku pun mengangguk penuh arti.


B. Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini adalah nilai moral yang merupakan salah satu unsur pembentuk cerpen. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Jilbab Bilan .
Nilai yang terdapat dalam cerpen Jilbab Bilan  yaitu nilai baik dan nilai buruk. Nilai baik yaitu: kesabaran , taat ibadah, rajin bekerja, penyesalan, pemaaf, penyayang, balas budi. Nilai buruk yaitu: konflik, bohong, melawan, egois, berpura-pura.
Pada BAB ini akan diuraikan secara rinci hasil penelitian terhadap cerpen Jilbab Bilan  karya Jumiliati. Data yang akan disajikan pada bagian ini adalah data yang memuat aspek moral sebagai salah satu unsur pembentuk cerpen tersebut. Berdasarkan penelitian yang digunakan oleh penulis dalam menganalisis cerpen Jilbab Bilan , maka diharapkan dapat mengungkapkan aspek moral secara terperinci dan jelas.
1.    Moral Baik dan Moral Buruk
a.      Moral Baik
Moral yang baik adalah sikap atau tingkah laku terpuji yang merupakan tanda keimanan seseorang. Adapun moral baik dalam cerpen Jilbab Bilan  adalah kesabaran, taat beribadah, rajin bekerja, penyesalan, pemaaf, dan penyayang.
1)      Kesabaran
Menurut pendapat M. Mahmud Abdillah (2005: 57) Kesabaran merupakan sebuah keutamaan yang menghiasi diri seseorang mukmin, di mana orang itu mampu mengatasi berbagai kesusahan dan tetap berada dalam ketaatan kepada Allah, meskipun kesusahan dan cobaan itu begitu dasyat.
Nilai kesabaran dapat dilihat pada sikap sabar yang dimiliki oleh Ayu Berlin Kusuma terhadap adiknya Ayan Bilan Kusuma. Ayu Berlin Kusuma harus terus bersabar dalam menghadapi sikap dan tingkah laku adik satu-satunya, supaya tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan bagi dirinya dengan teguran kepada adiknya . tetapi Bilan malah melawan dan mengejek kakaknya Ayu Berlin. Sebagaimana uraian berikut mengenai sifat sabar yang terdapat pada cerpen Jilbab Bilan  ,
“Bilan! kamu keterlaluan, dari mana saja semalaman tidak pulang?”
            “Aku ke rumah Fany, temanku. Mobilku mogok, jadi ya gitu deh”
            “ Kenapa enggak kasih kabar? Ditelpon juga enggak aktif. “
“ Kakak! aku bukan anak kecil lagi, yang harus melapor kalau sedang
   pergi. Aku sudah besar!”
“Sejak kapan kamu melawan, Bil! Kakak menghawatirkan kamu semalaman. Takut ada apa-apa.” Kulihat mata Kakak Berlin berkaca-kaca. Ia sepertinya ingin menangis, tetapi ditahan.
 Berdasarkan kutipan di atas, maka pesan moral yanga tersirat yaitu seorang mukmin harus senantiasa bersabar dalam menghadapi kesulitan dan kesusahan hidup dengan mengharap ridho dari Allah SWT, serta ingin mendapatkan pahala yang dijanjikan oleh-Nya bagi orang-orang yang bersabar.
2)   Taat beribadah
Ibadah adalah perkara tauqiyah yaitu tidak ada bentuk ibadah yang disyari’atkan kecuali berdasakan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Apa yang tidak disyari”atkan berarti bid’ah mardud (bid’ah yang ditolak), (Abu Afif: 2011)
Ayu Berlin Kusuma merupakan tokoh yang yang taat beribadah. Ia sosok yang selalu mengerjakan perintah yang dianjurkan oleh agamanya, yaitu tidak pernah meninggalkan sholat, rajin mengaji, berzikir, dan selalu memakai jilbab dan menutup auratnya. Hal ini sesuai dengan yang berada di cerpen Jilbab Bilan  halaman 69. Di bawah ini adalah kutipannya.
“Berbeda dengan kakakku Berlin, ia seorang wanita cerdas, mandiri, shalat tak pernah bolos, rajin mengaji, dan berzikir. Ia seorang muslimah sejati.”
Pesan yang tersirat dalam kutipan di atas adalah shalat merupakan tiang agama. Bagi orang mukmin yang selalu mendirikan shalat da mengerjakan ibadah lainnya, maka ia akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Dan orang yang mukmin yang selalu berzikir dan selalu mengingat-Nya, maka Allah pun akan lebih dekat dengannya dan selalu diridhoiNya.
Ibadah dalam syari’at islam merupakan tujuan akhir yang dicintai dan diridhoi-Nya karena Allah menciptakan jin dan manusia untuk senantiasa beribadah kepada-Nya.
3)      Rajin Bekerja
Tokoh yang diperankan oleh Ayu Berlin Kusuma merupakan tokoh yang memiliki sifat baik di antaranya, dia rajin bekerja setelah kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Dialah yang meneruskan usahanya dan merawat adiknya yang berusia 9 tahun, sampai saat ini berusia 16 tahun. Hal ini dapat terbukti di dalam cerper Jilbab Bilan  halaman 69, berikut kutipannya:
“Kedua orang tuaku tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, saat aku berumur 9 tahun. Sejak saat itu, aku dan Kakakku menjadi yatim piatu. Kakakku pengusaha kaya sekarang, dialah yang meneruskan usaha ayahnya sejak beberapa tahun lalu.
Dengan bekerja dan berusaha keras yang d imbangi rasa ikhlas maka perjaan yang sulit akan terasa mudah seperti yang di alami Ayu Berlin, ia mendapatkan hasilnya yakni dapat memenuhi kebutuhan hidup yaitu sandang, pangan, papan akan terpenuhi. Seperti tokoh Ayu Berlin, ia bekerja meneruskan usaha Ayahnya, sehingga perusahaan milik ayahnya tidak bangkrut dan hasil dari kerja keras Ayu Berlin. Ia dan adiknya dapat menikmati hasilnya yaitu berumah megah, berfasilitas mewah juga keperluan hidupnya selalu terpenuhi. Berikut ini kutipannya:
“Aku dan kakakku Berlin, Ayu Berlin Kusuma tinggal dalam naungan rumah megah berfasilitas lengkap, mobil mewah, uang jajan tak pernah kurang dan segala keperluan dilayani seorang pembantu.
Sesuai dengan pendapat (Herry, 2011), dengan bekerja keras seseorang atau setiap manusia akan mendapatkan yang diinginkan meski dalam melakukannya bersusah payah. Tidak hanya bekerja keras yang diutamakan, tetapi juga harus diimbangi dengan rasa ikhlas. Karena dengan rajin bekerja yang diimbangi dengan rasa ikhlas pekerjaan yang sulit akan terasa mudah.
4)      Penyesalan
Penyesalan adalah suatu perasaan dimana seseorang merasa bersalah/ melakukan kesalahan akan sesuatu dan ingin kembali ke masa saat melakukan kesalahan tersebut dan memperbaikinya pada saat yang telah lalu, (Amira Wulandari, 2011).
Penyrsalan yang dialami Bilan yaitu  pada saat ditegur oleh kakaknya Berlan tidak menegur dan menyapa adiknya lagi. Sejak saat itu Bilan merasa menyesal karena telah melawan dan mengejek kakaknya. Bilan berusaha mendekati kakaknya untuk minta maaf dan berjanji tidaka akan mengulangi kesalahan yang sama. Hal ini terdapat dalam kata-kata berikut yang ada pada cerpen Jilbab Bilan  (halaman :70)
 “Aku minta maaf , Kak! Aku memang salah.”
Lama aku menunggu jawabannya tapi ia hanya diam seribu bahasa.
“Kak Berlin, maafin aku. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi, aku janji.. Aku minta maaf, Kak. Aku memang salah. Aku menyesal, Kak. Aku janji enggak akan nakal lagi, apapun keinginan Kakak akan aku turuti.”
 Rasa menyesal yang dialami Bilan juga terjadi pada saat setelah peristiwa yang menimpa dirinya yaitu pada waktu pulang malam dari pesta ulang tahun sahabatnya Fani. Dengan pakaian yang menampakan sebagian dadanya berjalan hendak mengambil pakaian muslim dan jilbabnya yang tertinggal di mobil, karena mobil yang dikendarainya mogok waktu hendak pulang. Dia lupa kalau di depan kakakknya harus mengenakan baju muslimah dan jilbabnya. Tetapi diperjalanan Bilan diganggu oleh preman dan merenggut miliknya, satu-satunya barang yang berharga. Ungkapan Bilan sebagai rasa penyesalan akibat kejadian tersebut terdapat dalam kata-kata berikut ini:
“Aku menangis menyesali diriku. Mengapa aku tidak mendengarkan nasihat kakakku. Aku tersedu diam-diam. Sayup-sayup kudengar suara seseorang membaca Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59.
Aku makin terharu, sekilas  terbayang diriku yang dulu, yang selalu membuka aurat bila mau keluar dari rumah. Akh, aku tidak akan memaafkan diriku rasanya.”
Penyesalan adalah perasaan yang harus dirasakan dalam hidup. Karena dengan menyesal (bagi yang berfikir) seseorang akan berusaha lebih baik lagi, meminimalisasikan kesalahan dalam hidupnya. Belajar dari kesalahan, itulah yang akan diperbuat seseorang setelah merasa menyesal. Menyesal juga jangan terlalu berlarut-larut. Jangan menjadikan kesalahan itu beban yang sulit, tapi jadikanlah itu sebagai tantangan serta ujian kesabaran agar diri menjadi lebih baik lagi. Seseorang akan brfikir, lalu melakukan perenungan, kemudian timbullah tekad untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Insya Allah, jika tekad dan usaha itu baik, maka orang tersebut akan bisa mendapatkan kebaikan yang haqiqi.

b.      Moral buruk
Bentuk-bentuk moral buruk yang terdapat dalam cerpen Jilbab Bilan  antara lain sebagai berikut:
1)      Konflik
Konflik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu pertentangan atau percekcokan (Suharso dan Ana Retnoningsih, 2009: 260). Konflik merupakan sesuatu  yang buruk dan sangat merugikan bagi seseorang apabila terus terjadi. Konflik merupakan sesuatu yang terjadi akibat kurangnya kepercayaan seseorang kepada orang lain.
Percekcokan dan pertentangan yang terdapat pada cerpen Jilbab Bilan yaitu karena adiknya selalu melawan apabila dinasehati dan selalu berpenampilan dan berpakaian seksi.
2)      Bohong
Menurut pendapat suharso dan Ana Retnoningsih (2009:92), bohong adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada orang lain atau tidak cocok dengan keadaan yang sebenarnya, seperi dusta dan sumpah palsu.
Bohong yang terdapat pada cerpen Jilbab Bilan yaitu, terdapat pada sikap Bilan. Bilan berohong, karena telah mengingkari janji pada kakaknya akan selalu mengenakan busana muslim dan berjilbab serta menutup auratnya. Tetapi tanpa   sepengetahuan kakaknya ia selalu membuka jilbabnya dan memakai pakaian yang terbuka apabila jalan dengan Fani sahabatnya itu. Bohong dapat dilihat pada percakapan antara Fani dan Bilan, yaitu:
“Fani sayang , yang cantik, imut, aku pakai jilbab ini ada alasannya. Aku hanya terpaksa.”
“Terpaksa, maksud kamu?”
“Kalau tidak pakai jilbab , aku tidak akan dikasih uang jajan sama Kak Berlin selama satu bulan.”
“Oh, gitu.”
“Makanya, dengerin dulu penjelasanku jangan marah gitu.”
“Ya, maaf-maaf.”
“Tapi Bil, nanti jika jalan denganku kau nggak usah pakai jilbab, ya?”
“Ya, enggaklah.”
“Kalau nanti kakakmua tahu gimana?”
“Tenang saja. Dari rumah aku pakai jilbab, kalau sudah di jalan aku lepas. Beres, kan?”
“Kalau seperti itu, aku masih mau berteman denganmu.”
 Di samping itu kutipan di bawah ini juaga merupakan kebohongan Bilan pada kakaknya, karena telah mengingkari janji untuk menutup auratnya bila pergi ke luar rumah termasuk pergi ke pesta ulang tahun Fani sahabatnya. Ia bahkan tidak mengenakan pakaina muslimnya. Inilah kutipannya tersebut.
“Aduh gimana nih, pakaian muslim dan jilbabku tertinggal di mobil. Tidak mungkin aku pulang ke rumah dengan dengan gaun yang menampakkan sebagian dadaku.”
Aku lupa kalau sekarang aku harus mengenakan jilbab bila di depan kakakku. Terpaksa aku berbalik arah menuju mobil  untuk mengambil pakaian dan jilbabku.
3)      Melawan
Melawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), yaitu artinya menentang dan menyalahi. Dalam cerpen Jilbab Bilan tokoh Bilan melawan pada kakaknya. Melawan merupakan moral buruk  karena menentang nasihat kakaknya yang seharusnya ditaati dan dipatuhi. Berikut adalah kutipannya;
 “ Kakak! aku bukan anak kecil lagi, yang harus melapor kalau sedang
  pergi. Aku sudah besar!”
“Sejak kapan kamu melawan, Bil! Kakak menghawatirkan kamu semalaman. Takut ada apa-apa.”
2.      Hubungan Manusia Dengan Lingkungannya
a.    Persahabatan
Cerpen Jilbab Bilan memiliki pesan sosial yaitu tentang persahabatan antara Fani dan Bilan. Seorang sahabat seharusnya mendorong temannya dalam melakukan kebaikan dan menyemangatinya bukan sebaliknya. Seperti contoh teman yang melakukan perubahan dalam memperbaiki ibadahnya dan syari’at agamanya harus diberi dorongan dan dukungan supaya terus melakukannya secara konsekuen. Bukan sebaliknya malah mengolok-olok dan menghalang-halanginya dengan alasan putus pertemanan atau ancman lainnya.
Di bawah ini terdapat percakapan antara Fani dan Bilan yang merupakan gambaran sikap Fani yang tidak baik, karena tidak setuju pada penampilan Bilan yang berubah dengan pakain muslim dan jilbabnya. Berikut kutipannya.
“Apa yang kamu lakukan, Bilan?” Fani menyebut namaku. Fani berusaha meraih jilbabku dan berusaha melepaskan dari kepalaku.
“Jangan Fan!” kataku berusaha mencegah. “ Aku seorang muslimah, Fan.”
“Oh jadi begitu, kalau begitu kamu enggak usah lagi berteman denganku.”
     “Aku tersentak, tidak kusangka Fani akan Berkata Begitu.”
Berdasarkan uraian di atas maka pesan yang tersirat yaitu kita sebagai makhluk sosial tentunya tidak dapat hidup sendiri, tetapi membutuhkan teman atau sahabat. Kita harus bisa memilih teman yang baik yang akan dijadikan sahabat. Sahabat yang baik bukan dilihat dari status sosialnya yang tinggi. Teman yang baik bukan pula dilihat dari status sosialnya yang rendah, bukan pula dari raut wajah yang bagus. Tetapi teman yang baik adalah orang baik budi pekertinya, baik hatinya serta mendorong teman untuk berbuat hal-hal yang baik dan terpuji.
Pesan sosial yang terdapat dalam cerpen Jilbab Bilan yaitu, dalam memilih teman harus berhati-hati, sebab bila salah dalam memilih teman dan salah dalam bergaul maka bisa terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan dan merugikan dirinya, orang lain, keluarga , bahkan masyarakat sekitarnya.



b.      Kasih Sayang
            Kasih merupakan perasaan sayang (KBBI, 2005: 512). Kasih sayang yang terdapat pada cerpen Jilbab Bilan yaitu, kasih sayang kakak terhadap adiknya. Hal ini dapat terlihat pada kutipan berikut ini:
            “Kakak menghawatirkan kamu semalaman, takut ada apa-apa.”
            “Bilan kamu di mana?” kata sebuah suara dari sebrang.
            “Bagaimana keadaanmu?”
            “Aku baik-baik saja.”
            “Kakak akan jemput kamu. Beritahu di mana kamu sekarang?”
Setelah aku memberitahukan alamat di mana aku berada, kakakku langsung menjeputku. Begitu tiba, kakakku langsung memelukku. Rupanya ia sangat sayang padaku. Melihatku berpakaian seperti ini ia sedikit terkejut. Tetapi ia tidak marah sama sekali.
            Kutipan di atas menjelaskan sikap dan perasaan kakak Berlin sangat menyayangi adiknya. Kasih sayang seorang kakak kepada adiknya dapat terlihat jelas dalam kutipan tersebut. Kakaknya sangat menyayangi dan memperhatikan adik satu-satunya.
c.       Pesan Religius dan kritik sosial
1)      Pesan Religius
Pesan religius dan agama memang erat kaitannya, berdampingan bahkan bisa melebur menjadi satu kesatuan, namun sebenarnya keduanya memiliki makna berbeda. Pengertian religius melihat aspek yang ada di lubuh hati, getaran hati nurani , pribadi, totalitas ke dalam pribadi manusia (Mangunwijaya, 1987:8)
Pesan relegius yang terdapat dalam cerpen Jilbab Bilan yaitu keiklasan. Ikhlas adalah melakukan sesuatu perbuatan itu hanya karena Allah. Ikhlas dalam menghadapi cobaan hidup yang dialami oleh Bilan dan kakaknya Belin, karena ditinggal oleh orang tuanya. Sebuah kebaikan tidak akan bisa dilakukan dengan sempurna tanpa keikhlasan. Ikhlas berarti melakukan sesuatu semata-mata karena Allah, bukan karena kakak ataupun seseorang juga bukan karena hadiah.
Setiap perbuatan bergantung pada niatnya. Dan hanya perbuatan ikhlas karena Allah yang akan menjadi sebuah amal yang sempurna dimata Allah. Keikhlasan pula yang menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi ujian hidup.
2)      Pesan Kritik Sosial
Pesan kritik sosial yang terdapat pada cerpen Jilbab Bilan karya Jumihati yaitu, setiap insan yang baik harus saling menyayangi dan menghormati. Kepada yang lebih tua, kakak saudara terutama orang tua harus menghormati dan menyayangi. Segala nasehat dan dan perintah harus didengarkan dan dipatuhi. Sedangkan kepada yang lebih muda harus bisa menuntun kepada kebaikan atau hal-hal yang positif, serta menjaga jangan sampai terjerumus kepada tindakan-tindakan yang merugikan.

C.  Interprestasi Data
Berdasarkan hasil pengolahan dan analsis data yang telah dilakukan terhadap cerpen Jilbab Bilan karya Jumihati ternyata mengandung pesan moral. Pada cerpen tersebut terdapat kalimat-kalimat dan kutipan-kutipan yang dibaca berulang-ulang, direnungkan, diresapi dan analisis secara mendalam memberi kesan makna dan pesan yang luhur tentang bagaimana sebaiknya manusia menjaga prilakunya agar sesuai dengan tatanan moral yang ada, sebagai upaya keharmonisan hidup antara sesamanya, alam, dan Sang Pencipta Semesta.

D. Pengujian Hipotesa Penelitian
1. Analisis  Pesan Moral Jilbab Bilan Karaya Jumihati Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra Di MTs
a. ditinjau dari sudut pandang bahasa
1) bahasa yang digunakan oleh pengarang cerpen yang berjudul Jilbab Bilan mudah dicerna dan tidak terlalu sulit karena struktur kalimat yang digunakan tidak mengandung makna konotatif atau kiasan serta bahasa yang digunakan pada cerpen yang diteliti menyukai bahasa yang baik dan sederhana.
2) menurut pendapat penulis Cerpen Jilbab Bilan jalan ceritanya mudah sehingga dapat diikuti oleh tingkat kemamapuan berbahasa yang dimiliki oleh siswa .
          b. Ditinjau dari sudut pandang psikologis
Siswa MTs adalah masa usia anak-anak berangkat ke remaja. Di mana pada saat ini merupakan masa peka  pertumbuhan, perkembangan, dan pembentukan jiwa. Sedangkan masa remaja adalah masa yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan petualangan dalam menemukan jati dirinya. Penulis berpendapat bahwa isi cerpen ini sesuai dengan kriteria psikologis bagi siswa MTs, karena bertemakan remaja dan mengadung pesan dan moral.  Disamping itu pembaca dapat berintropeksi diri pada cerita tersebut karena  bisa saja cerita tersebut dapat di alami oleh dirinya.
 c. Di  tinjau dari sudut pandang  pendidikan
Cerpen yang berjudul Jilbab Bilan karya jumiliati yang menjadi bahan penelitian ini syarat dengan nilai pendidikan,. Pandangan ini berdasarkan analisis unsur pesan moral yang terkandung didalam cerpen tersebut.
0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar